Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Thursday, May 4, 2017

Hamil Yang Dirindukan


Dulu, saat hamil Ziran rasanya rindu ingin segera bertemu dengan si buah hati yang saya sendiri belum tahu bagaimana rupanya. Sekarang, di saat Ziran sudah berusia 21 bulan kok ya rasanya rindu lagi masa-masa pas hamil Ziran. Nah lho! Apa ibu-ibu yang baru punya anak satu ngerasain hal yang sama juga kayak saya apa enggak ya? hehe

Kok rasanya rindu ada yang nendang-nendang dari dalam perut, rindu ngusap-ngusap perut yang semakin membesar, dan rindu ngajak ngobrol si utun yang ada di dalam perut lagi. Meskipun dulu pas hamil Ziran, saya mual muntahnya parah banget sampai sembilan bulan, tapi ya enggak bisa dibohongi, menjadi ibu hamil itu menyenangkan. Menjadi ibu hamil itu amazing banget buat saya. 

Selain merasa takjub karena adanya makhluk hidup yang bergerak-gerak di dalam perut, hamil juga membuat saya merasa menjadi wanita spesial. Nah ini nih beberapa alasan kenapa jadi ibu hamil itu terasa spesial dan begitu dirindukan?

  • Orang-orang di sekitar jadi lebih perhatian dan pengertian sama ibu hamil
Ya, meskipun enggak semua orang "peka" terhadap ibu hamil, tapi saya sih waktu hamil ngerasanya orang-orang di sekitar jadi lebih perhatian dan pengertian. Misalnya di tempat umum, kalau ada ibu hamil yang perutnya lagi besar-besarnya, biasanya orang-orang akan lebih mendahulukan/memprioritaskan ibu hamil dan orang-orang terasa lebih santun. Orang-orang di sekitar pun *terutama waktu di kantor dan di rumah sih hehe* biasanya suka memaklumi ibu hamil yang kerap ketiduran atau cepat banget lelah, jadinya dikit-dikit istirahat dan orang-orang di sekitar akan menyuruh ibu hamil untuk beristirahat atau membiarkan tidur lebih lama :p
  • Selalu ditawarkan apapun, padahal lagi enggak pengin-pengin amat
Nah ini nih, karena orang-orang suka beranggapan ibu hamil kerap ngidam, jadinya kalau lagi hamil terus nyeletuk, "Ih kayaknya itu enak deh", orang-orang di sekitar pasti langsung, "Mau Moy? Nih buat Moy, kasihan bisi anaknya nanti ngacai" atau "Mau Moy? Nanti aku beliin ya, kasihan ibu hamil lagi ngidam", hahaha *padahal mah ya cuman kelihatannya aja enak, enggak terlalu pengin-pengin amat alias kabita doang*. Dan selama hamil Ziran pun, alhamdulillah enggak ngerasain ngidam yang aneh-aneh, malah udah ngelahirin banyak penginnya haha.
  • Makanan enak-enak dan sehat-sehat
Karena lagi hamil itu perlu nutrisi dan gizi yang seimbang, terutama saat kehamilan semakin membesar, seperti saat memasuki trimester kedua. Pada saat trimester kedua, janin tumbuh dengan sangat pesat, khususnya mengenai pertumbuhan otak berikut susunan syarafnya sehinggabertambah pula kebutuhan gizi dan nutrisi ibu hamil (sumber: bidanku.com). Jadi, pas hamil, orang-orang di sekitar, terutama suami dan keluarga, pasti sangat memperhatikan makanan ibu hamil, dan biasanya selain makanannya sehat-sehat, ibu hamil suka ditawarkan makanan yang enak-enak.
  • Suami perhatiannya berkali-kali lipat dari biasanya ^_^
Kalau ini, enggak tahu saya yang lebay atau emang semua perempuan ngerasanya gitu. Gitu enggak sih, bu, ibu? hehe. Kalau saya sih ngerasanya gitu, suami kok ya rasanya perhatiaaaaan banget. Perhatian zaman pedekatean mah lewaaat. Pas zaman hamil Ziran, ya ampun, pak suami luar biasa perhatiannya. Pergi dan pulang kerja enggak boleh bawa motor sendiri, enggak boleh naik angkot, harus diantar jemput sama dia, kalau dia enggak bisa jemput saya harus naik taksi. Terus, selalu ditawarin apapun, baik itu makanan, belanja, perawatan, liburan, dan sebagainya. Tiap jalan-jalan tangan selalu dipegang, pekerjaan rumah dibantuin, biasanya minta dipijitin eh pas hamil dia yang rajin mijitin. Like a princess banget deh pokoknya waktu hamil :D
  • Berat badan bertambah dan badan terasa lebih seksi *hahaha*
Kayaknya kalau yang ini sih enggak semua orang senang ya? hehe. Kalau saya sih senang banget soalnya badan saya ya ampun slim banget deh alias kurus abis, bahkan sampai hamil 7 bulan Ziran aja kayak yang lagi enggak hamil. Jadi, waktu pas hamil, lihat berat badan naik sampai 18kg kok saya mah malah girang banget ya, badan jadinya berisi dan berasa seksi aja gitu haha. Dan setelah melahirkan, berat badan pun menyusut dengan begitu cepat, malah enggak ada yang tersisa lagi dari kenaikan 18kg itu (berat badan malah di bawah berat badan waktu pas pertama nikah, tambah kurus T___T). Makanya, kalau buat saya sih naik berat bada pas hamil itu merupakan hal yang dirindukan ^_^

Gimana? Ada yang mau menambahkan lagi hal apa aja yang bikin ibu hamil merasa menjadi wanita spesial dan selalu dirindukan? Kalau saya sih rasanya cuman segitu, enggak tahu deh kalau ada yang kelupaan dan belum ketulis.

Makanya, kadang kalau lihat saudara atau teman yang lagi hamil suka kabita ^_^ *kabita hamilnya, bukan kabita punya anak laginya*. Kalau lagi "kambuh" kabita hamilnya, suka banyak yang bilang, "Lah Moy kalau kabita hamil lagi mah sok atuh geura kasih ade lagi buat Ziran!"

Nah giliran dibilang kayak gini, saya dan suami cuman bisa senyum aja. Kenapa? Soalnya saya dan suami memang belum terpikirkan untuk menambah anak lagi, malah kalau suami sih sudah fix cuman pengin punya anak satu aja dan saya menghargai keputusannya. 

Kalau ditanya alasannya kenapa cuman mau punya anak satu? Atau ada yang bilang, "Kasihan atuh Moy kalau Ziran jadi anak semata wayang mah, nanti udah besar bisi kesepian". Saya dan suami hanya bisa tersenyum kembali, tak mau banyak cakap.

Orang bebas men-judge, kok saya dan suami kayaknya egois banget ya cuman mau punya anak satu, tapi yang pasti kami berdua punya alasan sendiri yang membuat kami memutuskan hanya ingin mempunyai Ziran. Kalau toh tiba-tiba di tengah jalan kami dipercaya atau diberi amanat lagi sama Allah sih beda cerita lagi ya, itu mah namanya rezeki, ya pasti kami pun akan menyambutnya dengan senang hati :)

Jadi, kalau ditanya, rindu hamil lagi enggak sih? Ya, rindu. Tapi, kalau ditanya ingin punya anak lagi enggak sih? Hmmm, masih bingung jawabnya. Pengin enggak ya, hehe.


Thursday, April 6, 2017

Valakor dan Respek


Valakor. Apa itu valakor? Kok rasanya akhir-akhir ini lagi rame banget yang bahas dan sebut-sebut istilah tersebut. Awalnya saya juga enggak tahu apa itu valakor, saya pikir pelesetan dari si hantu Valak yang ada di film The Conjuring 2. Ternyata eh ternyata setelah kepo sana sini, valakor yang lagi booming sekarang tuh pelesetan dari kata pelakor yang merupakan singkatan dari perebut laki orang. Waduh, jauh banget ya sama persepsi awal saya hahaha. Zaman sekarang mah ya selain banyak baca buku, harus juga banyak baca informasi-informasi terhangat yang ada di internet biar enggak kudet alias kurang update ^_^

Ngomong-ngomong soal valakor, di media sosial dan beberapa berita daring lagi heboh tuh soal valakor pasangan dokter. Cung, siapa yang di sini balanemo alias pengikutnya akun gosip yang ngehit sejagat Instagram? hehe. Kalau yang suka kepoin akun gosip itu, pasti udah tahu lah ya soal berita valakor ini. Yang enggak suka kepoin atau bukan pengikut akun gosip tersebut aja, gara-gara berita valakor ini jadi penasaran dan ikut-ikutan kepo nih, termasuk saya, hehe ^^v

Di postingan ini, saya enggak akan bahas ceritanya secara terperinci ya, jadi buat yang penasaran dan belum tahu soal berita tersebut dan pengin tahu secara detil, monggo di-search aja di mbah Google. Intinya secara garis besar, ada seorang istri yang sedang hamil dan umur pernikahannya masih seumur jagung diselingkuhi sama suaminya dan si suaminya konon lebih memilih selingkuhannya, bahkan katanya udah berencana untuk menikah. Coba bayangkan, nikah baru beberapa bulan, lagi hamil, terus diselingkuhin! Hayati sakit hati, bang.

Hampir sebagian besar respon soal berita ini memihak si istri yang sedang hamil tersebut dan menghujat si suami serta selingkuhannya alias si valakor itu. Terutama para kaum hawa, unch pada emosi jiwa komen-komennya juga. Kalau kata akun gosip yang ngehit sejagat Instagram itu mah, liat cerita mba dokter dan suami serta valakor ini, "mari kita gelar tiker sambil nyemil batako" alias bakalan panjang ceritanya (gosipnya).

Saya sebagai perempuan dan seorang istri serta seorang ibu satu anak, ikutan kesel dan emosi juga pas baca berita tersebut. Namun, apalah saya ini yang enggak kenal sama si mba dokter tersebut dan enggak tahu kehidupan serta cerita aslinya bagaimana. Bukan hak saya juga untuk mencampuri urusan mereka ataupun memihak salah satu di antara ketiganya. Saya sebagai pembaca informasi yang disebarkan di dunia maya ini hanya bisa mengambil pesan dari informasi tersebut. Yang positifnya saya ambil, yang negatifnya saya buang. 

Sebenarnya kasus dan fenomena seperti mba dokter itu bukanlah hal yang aneh. Cuman mungkin kasus mba dokter ini begitu viral karena diekspos di media sosial yang di-share juga sama akun gosip tersebut. Saya juga punya loh teman yang mengalami kejadian seperti si mba dokter yang diselingkuhi itu, kondisinya pun sama ditinggalkan saat ia sedang hamil. Enggak hanya itu, saya juga punya teman yang menjadi valakor seperti selingkuhan suaminya mba dokter itu. 

Kalau dari sisi yang diselingkuhi, jelas ia merasa marah dan kesal pada pasangannya serta selingkuhan si pasangannya. Sementara dari sisi si valakor, yang pernah saya dengar dari curhatan teman saya itu (sebut saja namanya Anggun), dalam hati kecilnya sebenarnya dia merasa bersalah tapi karena dibutakan oleh cinta dan janji-janji manis dari si cowoknya, dia merasa enggak rela kalau harus kehilangannya. 

Satu hal yang saya ingat dari curhatan Anggun, katanya awalnya dia enggak ada niatan untuk merebut suami orang. Dia enggak akan mulai jatuh hati kalau si cowoknya tidak memberi perhatian lebih atau curhat soal rumah tangganya. Dan biasanya yang dikeluhkan atau dicurhatkan si cowok soal rumah tangganya bermula karena hilangnya atau menurunya respek di antara pasangan suami istri.

Hal ini nih yang saya garis bawahi, RESPEK. Pernikahan saya dengan suami memang baru 2 tahun 6 bulan, ah masih cupu lah, pengalamannya juga masih cetek, tapi saya harus terus belajar soal rumah tangga untuk kebaikan rumah tangga saya. Bukan hanya melalui buku-buku soal rumah tangga, melainkan dari kehidupan langsung pasangan suami istri yang ada di sekitar saya, termasuk kedua orang tua saya. Siapa sih yang mau rumah tangganya hancur? Enggak ada! Semua pasangan, menginginkan bisa menjalankan rumah tangga yang harmonis, sakinah mawaddah wa rahmah.

Ketika saya mendengar curhatan dari Anggun soal dia merebut suami orang lain, tentu saja saya marah. Mungkin dia juga bosan mendengar saya menasehatinya berkali-kali bahkan berpuluh-puluh kali. Namun, mau bagaimana lagi, yang menjalankan hidupnya kan dia bukan saya, mau saya berkoar-koar sampai mulut saya berbusa juga kalau dalam hatinya merasa perbuatannya itu benar dan tidak melukai siapapun, saya bisa apa?

Cuman satu hal yang saya ambil dari curhatannya, jika tidak ingin rumah tangga saya diganggu valakor, saya dan pasangan memang harus bisa menjaga respek kami agar tidak hilang atau menurun. Karena tanpa disadari, respek terhadap pasangan kerap dikesampingkan. Yang selalu diingat agar rumah tangga harmonis hanyalah kepercayaan, kesetiaan dan kejujuran, padahal respek juga diperlukan (itu saya ya sebagai pasangan baru, mungkin yang sudah berpenglaman mah sudah menerapkan semuanya hehe).

Kalau berdasarkan salah satu artikel di laman Vemale.com  dituliskan, Henry Manampiring dalam bukunya The Alpha Girl’s Guide menuliskan bahwa rahasia suami istri yang harmonis itu sebenarnya bisa disederhanakan menjadi dua kata: love dan respect. “Istri harus mendapatkan dan merasakan ‘love’, sementara suami mendapatkan dan merasakan ‘respect’. Hal ini tidak berarti seolah-olah istri tidak perlu mendapatkan respek dan suami tidak perlu mendapatkan cinta, tetapi bahwa kedua gender memiliki prioritas yang berbeda,” tulisnya.

Seperti yang pernah saya bahas juga dengan suami saya, menurutnya buat seorang suami mah simple, dia hanya ingin dihargai, misalnya dengan secangkir kopi atau teh hangat sepulang kerja yang disiapkan oleh sang istri sepulang kerja, bukannya disambut oleh muka murung atau omelan yang tak henti-hentinya diucapkan. Kata pak suami, laki-laki itu kalau abis capek kerja seharian, pas pulang jangan langsung ditanya ini itu atau diomelin, kasih waktu sebentar untuk dia istirahat, menarik napas sejenak, lalu meminum kopi atau teh hangat buatan istrinya. 

Lain halnya dengan perempuan yang perlu mengeluarkan 20.000 kata per harinya. Jika belum menghabiskan jatah kata per harinya tersebut, perempuan akan terus berbicara. Perempuan justru lebih suka langsung ditanya oleh pasangan, misalnya seperti "Kenapa, bu, kok pulang kerja wajahnya murung gitu? Ada apa di kantor?". Kalau laki-laki pulang kerja langsung ditanya seperti itu bukannya mau menjawab, yang ada kesel kalau kata pak suami mah, hehe. Terlihat sepele sih, tapi kalau dibiarkan, lama-lama respek terhadap pasangan bisa menurun dan mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Intinya sih, suami dan istri harus saling melengkapi dan menguatkan. Jika salah satu ada yang salah, segeralah berintrospeksi diri, jangan saling menyalahkan. Coba untuk selalu respek pada pasangan.

Tuesday, January 10, 2017

#30haribercerita - Yang Pacaran, Jangan Kasih Baju, Jangan!



"Yang, kalau nanti mau ngasih kado ke aku jangan baju ya!" ucapku saat itu pada sang pacar (kepedean kayak mau dikasih kado aja hehe). "Lah kenapa?" tanyanya heran. "Katanya kalau ngasih kado berupa baju atau pakaian sama pacar bakalan putus," jawabku. "Hahahaha. Ya udah kalau putus nanti kita balikan lagi aja. Gampang kan?" si pacar malah tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku.

Di tahun 2017 ini, masih ada yang denger atau percaya mitos kayak gini ga ya? Hehe

Tapi bener loh kata si pacar waktu dulu, kalau putus ya tinggal balikan lagi aja. Jadi, dulu, aku pernah ngasih kado dia kemeja, dia juga pernah ngasih kado aku jaket, dan kita pernah putus juga tapi nyambung lagi terus malah menikah dan sekarang punya anak satu. Lucu kan? Jadi, sebenarnya cerita itu mitos atau fakta? Hehe

Selamat hari Senin, dari Bandung yang cuacanya sedang bersahabat 😊 *jaket yang ada di foto ini pemberian suami waktu masih jaman pacaran, tahun 2010, dan sampai sekarang masih awet sama kayak cinta kita yang awet 😋

Sunday, January 8, 2017

#30haribercerita - Dapet Jodoh!


Kurang lebih 6 tahun yang lalu saya lulus kuliah dan mendapat gelar Sarjana Komputer. Bangga? Ya pasti bangga lah, apalagi kuliah tepat waktu 4 tahun hehe 
Dan selama itu pula masih aja ada orang yang nanya, "Lah moy, kamu tuh ya lulusan sarjana komputer tapi malah jadi penulis, kerja di media cetak. Selama kuliah dapat apa?" Dan setiap dapet pertanyaan itu pula saya selalu jawab dengan canda, "Alhamdulillah dapat jodoh, malah sekarang udah dapat Ziran, hehe"

Udah gitu aja, cuman pengin bercanda sedikit biar ga panas kayak isi timeline medsos zaman sekarang yang selalu panas. Bandung udah cukup panas hari ini, yuk kita ademkan dengan kumpul keluarga atau sahabat sambil bercanda 😆

Selamat hari Sabtu, selamat bermain dengan keluarga 😊
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1707 #graduation #wisuda*foto diambil pada saat kelulusan bareng suami (waktu itu belum sah jadi suami hehe), Desember 2011

Thursday, June 18, 2015

Persiapan Nikah: Part Nyari Cincin Nikah

Ya ampun udah lama banget nih blog ga diisi-isi, kalau kue sih udah bulukan kali ya...maapkeuuuun.
Setelah hampir setaun vakum nulis blog karena berbagai alasan *yang pasti sih godaan si setan malesnya lagi gede banget ya hihihi, sekarang moy mau nulis buat berbagi pengalaman nih, untuk curhatan tentang perjalanan cinta moy sama Titan, diskip dulu ya hehe. Sekarang lagi pengin sharing-sharing tentang para cewek-cewek atau cowok-cowok yang lagi mempersiapkan hari bahagianya sama mau sharing-sharing seputar kehamilan. Semoga bermanfaat ^_^


Postingan pertama di tahun 2015 ini, moy mau sharing tentang pencarian cincin nikah.
Setelah 5 tahun pacaran dan memutuskan untuk nikah, kita berdua kebilang nyiapin pernikahannya cukup lama, yaitu sekitar setahun sebelumnya. Yang pertama sih udah pasti ya restu dari orangtua kita berdua, meskipun belum lamaran secara resmi tapi orang tua kita udah tahu kalau kita punya rencana buat nikah di tahun 2014.

Udah dapet restu dari orangtua, nah si calon suami nih tiba-tiba aja ngajak nyari cincin nikah. Padahal kita rencananya mau nikah tahun 2014, sedangkan rencana lamarannya belum tau kapan, tapi Juli 2013, beberapa hari lagi mau lebaran (lupa tanggal berapanya hehe), dia ngajak beli cincin nikah. Sempet kaget sekaligus seneng sih >.<

Pada saat itu juga dia langsung bawa Moy ke daerah Sukajadi, Bandung, soalnya di sana kan banyak tuh toko emas. Sebenernya sebelum Titan ngajak beli cincin, Moy udah sempet nanya-nanya dulu sama temen-temen Moy yang udah nikah sama yang udah dilamar, dan rata-rata emang pada beli di daerah Sukajadi. Kebanyakan temen Moy sih nyaraninnya beli di toko emas Laris. Kata mereka di sana selain bentuk cincinnya bagus-bagus, kotak cincinnya juga bisa dibuatin yang menarik. Pas lihat contoh punya temen yang beli di sana emang bikin mupeng deh.

Alhasil, pas Titan ngajakin beli cincin, Moy ajak dia ke toko emas Laris deh, sayangnya pas kita kesana hari Sabtu dan tuh toko malah tutup. Sediiihhh deh T____T
Karena Titan waktu itu masih kerja di Jakarta dan ke Bandungnya cuman pas weekend, jadi dia bilang kalau keukeuh mau di Laris ya udah minggu depan aja soalnya dia sekalian liburan mau Lebaran jadi lama di Bandungnya.

Pas minggu depannya Titan ke Bandung, kita ke toko Laris lagi. Kali ini kita ke sana di hari biasa. Daaaan taunya tuh toko udah tutup karena beberapa hari lagi Lebaran..Whuaaaaa, kesel...padahal toko emas yang lainnya masih buka, huhu.

Akhirnya, Titan nyaranin nyari di toko emas lain aja, dia penginnya beli cincin sekarang-sekarang biar uangnya ga kepake dan biar Moy tenang juga kalau Titan itu bener-bener serius ama Moy *ceileeeeh :p
Oke deh, Moy pun ngikutin saran Titan, satu per satu kita datengin toko emas di Sukajadi tapi enggak ada yang cocok dan rata-rata ga bisa custom, jadi ya yang ada di sana aja. Hmmm, karena dari awal pengin di Laris, terus lihat toko emas yang lain kayak gitu jadinya agak-agak males dan ga mood aja.
Eh taunya di akhir-akhir pencarian dan mood yang udah mulai abis soalnya lagi shaum waktu itu nyarinya, Titan nunjukin satu toko emas yang belum kita kunjungi dan hampir kelewat, namanya Toko Mas Dunia.

Dengan sisa mood seadanya, kesanalah kita. Enggak butuh waktu yang banyak, pas kesana lihat-lihat bentuk cincinnya, terus nanya-nanya ini itu, eh tiba-tiba Moy ngerasa jatuh hati aja sama satu model cincin yang ada di sana. Setelah milih cincin yang Moy suka itu, terus minta agak dimodifikasi bentuknya, langsung diukur deh jari manis Moy sama Titan. Untuk ukuran cincin yang Moy, Moy lebihin satu nomor soalnya takutnya nanti ngegendutin pas hamil *udah pede aja hehe*. Moy belinya emas putih, sedangkan Titan belinya perak.

Dari pengalaman ini sih, kita ngerasa segala persiapan buat nikah itu memang jodoh-jodohan, enggak cuman pasangan kita aja yang berjodoh sama kita, tapi semua persiapannya juga gitu. Meskipun Moy awalnya keukeuh pengen di Toko Emas Laris, tetep aja kalau enggak berjodoh ya pas kesana pas tutup terus. Tapi, kalau udah berjodoh, kayak sama Toko Mas Dunia, baru juga kesana, enggak banyak mikir eh langsung nemu model cincin yang cocok. Harga ongkos pembuatannya pun enggak semahal di tempat-tempat lain :)

Proses pembuatan cincinnya sendiri dua minggu. Setelah lihat hasilnya, Moy puas banget dan seneng banget. Thank you, Toko Mas Dunia. Satu langkah persiapan nikah telah terlewati :)
Buat calon pengantin yang ada di Bandung maupun luar Bandung tapi pengen nyari cincin di Bandung, mungkin bisa mencoba ke daerah Sukajadi ini, ga jauh dari mall PVJ kok, jadi bisa sekalian shoping juga kesana hehe.
Mudah-mudahan para calon pengantin yang lagi sibuk nyari cincin pertunangan atau pernikahannya, tulisan ini bisa sedikit membantu, kalau enggak membantu di-skip aja hihi


cincin nikah Moy & Titan