Thursday, June 17, 2010

Saya Tidak Bodoh


Masih sedikit orang yang tahu apa sih "Taare Zameen Par", film India yang ga kalah serunya sama 3 Idiots, My Name Is Khan, dan film-film India lainnya. Walaupun nih film ga se-booming Titanic, Princes of Persia, Harry Potter, dll, tapi film Taare Zameen Par ini bisa bikin kita nangis, ketawa, dan merasa simpati. Banyak hikmah yang bisa diambil dari film ini. Moy aja pertama kali nonton ini nangis, ngerasa terharu banget (meskipun dibilang lebay sama teteh sendiri :p)
Film ini terinspirasi dari buku Thank You, Mr.Falker yg ditulis oleh Patricia Polacco. Ceritanya ada seorang bocah kecil berusia 8 tahun bernama Ishaan Awasthi, di lingkungan sekitarnya bahkan oleh ayahnya sendiri dia dianggap bocah bandel yang hanya bisa menyusahkan orang lain dan mencari perkara saja. Di sekolahnya seringli dia mendapatkan hukuman dari guru-gurunya dan juga diejek oleh teman-temannya. Berbeda sekali dengan kakaknya, Yohaan, seorang murid yg selalu menjadi nomer satu baik di dalam pelajaran maupun olahraga, walau begitu Yohaan adalah seorang kakak yang sangat suportif terhadap adiknya.

Ishaan merasa apa yang dilakukannya benar tapi terkadang orang-orang disekitarnya tidak pernah mengerti dengan apa yang dilakukannya dan selalu dianggap salah, terutama oleh ayahnya berbeda dengan ibunya yang selalu sabar merawat Ishaan apalagi jika Ishaan sudah berbuat ulah. Ketika nilai-nilai akademi Ishaan terpuruk jatuh dan terlalu rendah di mata ayahnya, Ishaan di kirim ke sekolah berasrama dengan alasan untuk lebih mendisiplinkan Ishaan. Nyatanya, semua itu tidak merubah keadaan. Ishaan merasa lebih down karena harus berpisah dengan keluarganya terutama dengan ibu dan Yohaan, belum lagi dengan guru-guru yang selalu meremehkan dan memarahinya.
Hingga pada suatu hari guru seni pengganti sementara Ram Shankar Nikumbh yg di perankan oleh Aamir Khan bergabung di sekolah tempat Ishaan belajar,dengan karakternya yang berbeda dengan kebanyakan guru2 di sekolah tersebut Ram menjadi guru yg populer dan disenangi para murid-muridnya. Ketika Ram mengetahui bahwa ada keanehan pada diri Ishaan, Ram pun mencari tahu sebabnya.
Ram pun mendekati dan berbicara dengan kedua orang tua Ishaan untuk meyakinkan dan menjelaskan pada mereka tentang kondisi Ishaan yang sebenarnya. Ram pun berusaha menekankan bahwa Ishaan anak yang normal akan tetapi membutuhkan sedikit bantuan dan kesabaran dari para guru untuk membantu Ishaan memperbaiki nilai-nilai akademiknya karena ternyata Ishaan terkena dyslexia, sama seperti halnya ketika Ram masih kecil.
Dyslexia sebenarnya bukanlah sautu penyakit tetapi sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Seringkali dia keliru dengan sesuatu perkataan pada huruf-huruf tertentu contohnya 'b' dianggap 'p' dan 'p' dianggap 'q'. Biasanya dyslexia terlihat sejak kecil, dan umumnya berlaku di kalangan pria. Anak yang mengalami dyslexia perhatiannya cenderung mudah terganggu dan dia pun kerap seorang yang implusif atau sering mengikut perasaan sendiri tanpa memikirkan orang lain. Pengidap dyslexia umumnya diberi perawatan secara terapi untuk meningkatkan kemahiran linguistik, berfikir, dan sosial. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.
Nah, Ishaan pun dibimbing oleh Ram agar dia bisa berubah sesuai dengan keinginan keluarganya. Namun ayah Ishaan tetap meragukan semua itu karena menurutnya mencari uang adalah hal yang penting untuk Ishaan kalau ia besar nanti tidak melukis. Tidak tergoyahkan Ram pun mendekati kepala sekolah untuk berbicara tentang keadaan Ishaan dan meminta tambahan waktu dan support dari para guru-guru yg lain utk ikut memberikan perhatian khusus pada Ishaan, Kepala sekolah akhirnya setuju dengan syarat bila sampai akhir semester ini Ishaan tidak menunjukan kemajuan maka tidak ada pilihan lain selain mengeluarkan Ishaan dari sekolah.
Atas persetujuan kepala sekolah, Ram pun mengajari Ishaan membaca dan menulis, dengan gayanya yang unik dalam mengajar, Ishaan pun mengalami kemajuan dan lebih tertarik mempelajari Bahasa dan matematika.
Akhir tahun pelajaran ketika orangtua Ishaan menemui para guru, mereka terkejut melihat perubahaan drastis pada diri anaknya, nilai akademik Ishaan jauh melampaui nilai sebelumnya. Dengan perasaan terharu sang ayah pun mengakui kesalahannya.
Film ini bener-bener buat moy ngerasa bersyukur berada ditengah-tengah keluarga yang selalu mendukung moy. Sebenearnya orang-orang hanya bisa melihat kita dari sisi luar, mereka tidak tahu potensi apa yang ada dalam diri kita. Anak-anak seperti Ishaan atau anak-anak yang mengalami dyslexia harus dibimbing dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan yang pasti adalah dukungan dari keluarga. Ketika keluarga sendirinya saja tidak bisa mengerti bagaimana dengan orang lain yang hanya bisa menilai orang dari luar saja. Dibalik kelemahan tersimpan sebuah kelebihan yang besar. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dia mungkin lemah di satu bidang, tapi siapa tahu dia lebih mahir dari kita di bidang lainnya. Tokoh-tokoh terkenal yang diketahui mempunyai disfungsi dyslexia adalah Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, dan Vanessa Amorosi. Dan mereka terbukti bisa sukses dan membawa namanya menjadi diketahui banyak orang.
Jangan pernah membedakan seseorang, apalagi merendahkannya. Ada kala saatnya ketika kita merendahkan seseorang ternyata kitalah yang sebenarnya berada di bawahnya.

yang mau liat filmnya silahkan cek :
http://www.desifun.co.uk/watch-online-movie/taare-zameen-par.htm

yang mau tau tentang penyakit dyslexia silahkan cek :
http://id.wikipedia.org/wiki/Disleksia
Reactions:

2 comments:

  1. Wah kayaknya yang jadi gurunya teh yg jadi pemeran di 3 Idiots yah moy? Minjem lah DVD nya :-D

    ReplyDelete
  2. hoho betul sekali kang ..
    ada di laptop moy, klo mau nanti klo akang ke bdg sms aja moy, ntar moy masukin ke flashdisk moy^^

    ReplyDelete