Thursday, February 4, 2010

Alga Merah Awal Dari Kebaikan

Kertas bagi setiap orang bukanlah hal yang asing lagi bahkan kertas sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita. Banyak sekali kegunaan dari kertas, tanpa kertas sebagian aktivitas atau pekerjaan kita mungkin akan terhenti khusunya bagi industri penerbitan. Tapi apakah kalian tahu dampak dari sehelai kertas bisa merugikan bangsa kita bahkan bagi dunia?

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. Di tahun 105 M Tsai Lun menciptakan kertas dari kulit pohon murbei. Kertas buatan Tsai Lun diolah dengan merendam bagian dalam kulit murbei, lalu dipukul-pukul hingga seratnya lepas. Bersama kulit, direndam juga bahan rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Lalu jadilah kertas yang mutunya belum sebagus sekarang. China mempertahankan dan menjaga rahasia cara pembikinan kertas ini selama lima abad. Teknik pembuatan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern, kertas menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis-menulis di Barat.

Itulah sejarah singkat tentang kertas. Sekarang kertas membutuhkan hutan sebagai sumber bahan baku utamanya yaitu kayu. Sebuah fakta menunjukkan bahwa produksi kertas yang mendukung proses kelahiran manusia-manusia pandai ternyata membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dari hutan. Dari data produksi tahun 1999, 1 ton pulp memerlukan 4,5 m3 kayu bulat, dan pada tahun tersebut dibutuhkakan 24 juta m3 kayu bulat. Untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan sekitar 300.000 ha hutan alam.

Bisa kita bayangkan bagaimana nasib hutan kita beberapa tahun ke depan? Saat ini Indonesia menjadi eksportir kayu tropis terbesar di dunia - suatu komoditas yang menghasilkan hingga 5 milyar USD tiap tahunnya. Penebangan kayu secara legal berdampak pada 700.000-850.000 hektar hutan setiap tahunnya di Indonesia, namun penebangan hutan ilegal yang telah menyebar meningkatkan secara drastis keseluruhan daerah yang ditebang hingga 1,2-1,4 juta hektar, dan mungkin lebih tinggi - di tahun 2004, Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim mengatakan bahwa 75 persen dari penebangan hutan di Indonesia ilegal.

Selembar kertas saja bisa menghabiskan banyak pohon bagaimana kalau begitu banyak kertas yang harus diproduksi? Kini, saatnya kita mencoba mencari jalan alternative dalam pembuatan kertas agar pembuatan kertas tetap berjalan lancar tetapi tidak terus mengurangi jumlah pohon di Negara kita ini. Hutan kita sudah semakin menipis kalau kita tidak mulai menanggulanginya dari sekarang wajah hutan Indonesia tidak akan terlihat lagi. Buku yang selama ini banyak sekali memberikan banyak ilmu kepada kita ternyata menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian hutan.

Penelitian terus dilakukan oleh para ahli dan akhirnya mereka menemukan solusi dalam pembuatan kertas yang tidak akan menjadi ancaman bagi kelestarian hutan. Kertas tidak lagi bergantung kepada alam dan hutan, kertas dapat dibuat dari bahan lain yang sangat banyak diperoleh di Indonesia dan sangat mudah dibudidayakan. Alga Merah, salah satu jenis rumput laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Alga Merah, yaitu Gelidium amansii dan Pterocladia lucia merupakan bahan baku alternatif yang dapat digunakan untuk menyelamatkan hutan.

Alga ini banyak tumbuh di perairan Indonesia. Kertas yang dihasilkannya putih bersih dan halus seperti kualitas kertas mahal yang digunakan oleh majalah Time. Kelebihan kertas dari alga merah adalah proses produksinya yang tidak banyak mengandung zat kimia. Zat kimia hanya digunakan untuk memutihkan kertas yaitu chlorin. Di Indonesia Alga merah ini ditemukan pertama kali di Bali, dan saat ini sedang dikembangkan secara intensif di Lombok. Alga merah pun dapat berproduksi dengan cepat yaitu sekitar 7 - 13 % bahkan dapat bertumbuh sampai 20 % per harinya. Bandingkan dengan kayu yang membutuhkan puluhan tahun.

Budidaya Alga Merah dapat dilakukan oleh siapa saja karena mudah dikembangkan. Alga ini dapat ditemukan di perairan tenang. Perairan semacam ini banyak terdapat di kawasan pantai Indonesia. Suatu potensi yang menjanjikan bagi Indonesia. Sayangnya produksi kertas dengan alga ini baru dilakukan secara serius oleh Korea, sedangkan Indonesia hingga saat ini masih berkutat sebagai negara penghasil bahan produksi. Mengapa kita hanya sebagai Negara penghasil bahan produksi? Seharusnya Indonesia dapat mengembangkan peluang ini. Potensi alam yang ada di Negara kita bisa kita manfaatkan untuk menyelamatkan dunia.

Pembuatan kertas dengan Alga Merah ini seharusnya diterapkan di semua Negara untuk menyelamatkan dunia dan lingkungan hutan. Hal ini merupakan peluang bagi hutan agar tumbuh kembali. Suatu kesempatan emas untuk meminimalisir permasalahan hutan di Negara kita ini bahkan bagi dunia. Kertas memang sangat dibutuhkan oleh semua orang tetapi hutuan pun merupakan paru-paru dunia. Maka dari itu mulai sekarang gunakanlah kertas sebaik mungkin dan kita hentikan pembuatan kertas menggunakan pohon karena dengan semakin menipisnya jumlah hutan di bumi ini semakin besar peluang bencana alam akan menimpa kita.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment