Sunday, March 6, 2011

Jangan Jadikan Kami Korban

Seorang bayi tak berdosa, dilahirkan dari seorang ibu yang tak menyadari bahwa betapa suci dan berharganya bayi tersebut. Beberapa hari setelah sang bayi keluar dari rahim sang ibu untuk melihat dunia dan merasakan kasih sayang dari sang ibu dan sang ayah, dia harus merasakan bagaimana dia hidup tanpa merasakan itu semua.

Ya, mungkin sering kita liat tentang orang tua yang membuang anaknya begitu saja bahkan ada seorang ibu yang tega mengaborsi anaknya. Memang banyak hal yang memicu sang ibu atau orangtua yang melakukan hal itu, bisa karena bayi tersebut merupakan hasil dari cinta yang terlarang, ekonomi keluarganya yang menyebabkan orang tua merasa tidak bisa membiayai kehidupannya kelak, dan hal lainnya.


Moy biasanya ngeliat kasus ini di berita, di sinetron atau di film-film yang sering moy tonton. Sekarang moy bukan hanya ngeliat itu di berita, di sinetron, atau media lainnya, tapi bayi itu hadir dalam kehidupan moy. Bayi yang diambil oleh tante moy dari seorang perempuan muda di salah satu daerah di Jawa Barat karena perempuan muda itu merasa tidak sanggup untuk membiayai kehidupannya nanti. Tante moy sebagai seorang yang bekerja di panti asuhan mengambil bayi tersebut untuk dirawat di panti asuhan. Tapi ternyata sang bayi memiliki gangguan pernafasan yang menyebabkan dia harus mengalami perawatan selama kurang lebih enam bulan. Karena hal itu sang bayi ga langsung di bawa ke panti asuhan tapi tinggal bareng tante moy selama perawatannya.

Bayi itu sekarang dirawat oleh tante moy, dia juga sering dibawa ke rumah moy dan disetiap ada acara keluarga. Kehadiran bayi itu memberikan suasana baru di tengah-tengah keluarga moy. Bayi yang entah asal usul keluarganya gimana tapi membuat semua anggota keluarga moy begitu menyayanginya. Dia seperti bagian dari anggota keluarga moy. Semakin hari kami semakin sayang pada bayi ini. Sudah lima bulan kami merawatnya. Entah bagaimana rasanya kalau sampai tiba saatnya bayi ini telah selesai perawatannya, dan dia harus dikembalikan ke panti asuhan. Bukannya keluarga moy ga mau mengadopsinya tapi perjanjian dari panti asuhan adalah bayi yang ada di panti asuhan ini tidak boleh diadopsi karena nanti kelak ketika mereka telah dewasa, mereka akan dikembalikan pada keluarganya lagi.

Moy ga abis pikir, bayi selucu dan sesuci dia diberikan begitu saja oleh ibunya. Bagaimana perasaan ibunya ketika melepaskan bayi tersebut? Andai saja dia tau sekarang bayi ini sudah sebesar dan selucu apa? Keluarga moy aja yang bukan keluarga kandungnya begitu sangat menyayanginya, begitu takut kehilangannya, begitu mengkhawatirkan keadaannya klo dia sakit. Meskipun bayi ini tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya tapi sekarang dia mendapatkan kasih sayang yang lebih dari banyak orang. Moy berharap dia akan tumbuh besar menjadi pribadi yang baik dan bisa mendapatkan kembali kasih sayang yang ga pernah dia dapet dari keluarga kandungnya.

Untuk semua pembaca, moy nulis cerita ini cuma ingin berbagi cerita betapa sucinya seorang bayi, dia yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa tidak sepantasnya menjadi korban kesalahan kita. Semoga dengan cerita ini, kita semua ga salah ambil langkah dan jatuh dalam kehancuran sehingga harus mengorbankan makhluk tak berdosa.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment