Tuesday, January 3, 2017

#30haribercerita - Di Balik Pintu


Hidup itu seperti pintu, misterius. Kita tidak pernah tahu siapa yang akan masuk dan siapa yang akan keluar dari sana, kemudian tak kembali lagi.


Seperti 24 bulan lalu saat engkau datang melalui pintu itu bersama ayah ibumu. Saat engkau menatapku dengan pandangan manja serta senyuman manis yang kau lontarkan padaku, tanpa suara.
"Mah, pah, teu, teteh titip Qainan untuk sementara waktu. Maaf kalau merepotkan," ucap ibumu pada kami.


Dengan senang hati kami menyambutmu. Melalui pintu itu ibumu menitipkan sebuah kebahagiaan baru dalam rumah kami.


Masih teringat jelas, kala itu aku sedang mengandung anak pertamaku dan engkau masih berusia 4 bulan. Melalui engkaulah, aku belajar banyak hal. Melalui engkaulah, aku belajar menjadi seorang ibu sebelum aku benar-benar menjadi ibu untuk anakku nanti.


24 bulan sudah kami menjagamu untuk orangtuamu. 24 bulan sudah kami melihatmu tumbuh dan berkembang menjadi anak yang luar biasa aktifnya. 24 bulan sudah engkau berbagi tangis dan tawa bersama kami.


Lalu, hari ini, tepat dua hari di tahun yang baru (2 Januari 2017), melalui pintu itu pula kami harus melihatmu pergi. Melalui pintu itu pula kami mengantarkanmu kembali pada orangtuamu. Melalui pintu itu pula kami harus berpisah meski bukan untuk selamanya. Ada rasa sesak yang menyeruak dalam dada ini ketika engkau menatap kami dari luar pintu, seperti pertama kali kami bertemu lewat pintu tersebut.
Haruskah selalu ada perpisahan setelah pertemuan?


@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1702

Reactions:

0 comments:

Post a Comment